Dalam ceramahnya yang diselingi dengan humor khas Nahdliyin, KH. Syaiful Hadi membedah pembahasan seputar tingkatan nafsu manusia serta hakikat ajaran tasawuf dan tarekat yang bersifat batiniah (intrinsik) .
Pengorganisasian JATMAN dan Pemetaan Ranting
Di awal pemaparannya, beliau menyampaikan perkembangan struktur JATMAN di Kecamatan Buduran. Dari 16 desa yang ada, saat ini telah terbentuk 5 ranting/syaf Beliau menegaskan bahwa amalan keagamaan Jam'iyyah Nahdlatul Ulama pada hakikatnya bersumber dari ajaran tasawuf yang terorganisir melalui wadah tarekat .
Mengutip hasil diskusinya bersama Dr. KH. Habib, beliau menjelaskan bahwa Kitab Imdad Arbabin Nuha merupakan ringkasan dari kitab monumental karya Imam Al-Ghazali, yaitu Bidayatul Hidayah .
Mengenal Tingkatan Nafsu Manusia
Mengacu pada halaman 51 Kitab Imdad Arbabin Nuha, KH. Syaiful Hadi memaparkan tingkatan-tingkatan nafsu yang dilalui seorang hamba dalam proses pembersihan jiwa (tazkiyatun nufs) :
Nafsu Ammarah (QS. Yusuf: 53)
Nafsu tingkatan dasar yang cenderung mendorong manusia pada keburukan . Ciri-cirinya antara lain sifat kikir (bukhlun), serakah (khirsun), dengki (hasud), dan meluapkan syahwat .
Nafsu Lawwamah (QS. Al-Qiyamah: 2)
Nafsu yang mulai menyadari keburukan dan sering menyesali perbuatannya . Ciri-cirinya antara lain sifat licik (al-makru), ujub (al-ujbu), dan gemar menggunjing (al-ghibah) .
Nafsu Mulhamah (QS. Asy-Syams: 8)
Nafsu yang telah menerima ilham berupa kebaikan dan ketaqwaan .
Nafsu Mutmainnah (QS. Al-Fajr: 27)
Jiwa yang tenang dan stabil [18:11, 22:10]. Seseorang yang telah mencapai level ini ditandai dengan tentramnya batin (as-sirr) dan memiliki prajurit/sifat-sifat terpuji (junuduha) :
Al-Jud (Dermawan): Suka memberi manfaat nyata kepada orang lain .
At-Tawakal: Berserah diri dan percaya penuh atas apa yang ada di sisi Allah .
Al-Ibadah: Selalu beribadah dan mengagungkan Allah SWT .
Asy-Syukru (Syukur): Senantiasa bersyukur baik secara lisan, hati, maupun perbuatan .
Ar-Rida: Lapang dada dan bahagia menerima takdir Allah, baik yang manis maupun yang pahit .
Al-Khasyyan: Memiliki rasa takut dan wibawa kepada keagungan Allah SWT .
Kunci Mencapai Nafsu Mutmainnah: Pentingnya Berguru dan Berjamaah
Untuk mempertahankan serta meningkatkan kualitas jiwa agar mencapai tingkat mutmainnah, KH. Syaiful Hadi menekankan tiga syarat utama :
Bersandar pada Guru Mursyid (Waslan ila Syaikhihi): Belajar ilmu agama dan menempuh jalan tarekat wajib memiliki guru/mursyid yang bersanad [36:15, 36:29]. Beliau mengingatkan agar masyarakat tidak belajar ilmu spiritual secara sembarangan dari internet/YouTube tanpa bimbingan guru .
Dawai Murni Istiqomah Ber-Mujahadah (Mulazamatul Mujahadah): Bersungguh-sungguh melatih diri melakukan laku-laku terpuji .
Mencari Lingkungan dan Teman Ibadah (Khalaqah/JATMAN): Menempuh jalan menuju Allah memerlukan pertemanan yang saling mendukun dan merangsang keimanan [38:39, 38:53]. Beliau mengutip petuah Kitab Al-Hikam agar tidak bersahabat dengan orang yang kondisinya tidak membangkitkan semangat menuju Allah .
Sumber Video Utama:
https://youtu.be/xj59tRAUJZc?si=pSQs-81CrKUQO9ZK
Tidak ada komentar:
Posting Komentar